RIPKA JAKARTA

Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta

Membangun Masa Depan Aglomerasi Jakarta

Selaras dengan arah pembangunan dalam RPJPN 2025–2045, RPJMN, Kebijakan Perkotaan Nasional (KPN) 2045, serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta sebagai landasan utama, RIPKA Jakarta menjadi penggerak transformasi kawasan aglomerasi menuju metropolitan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

TRANSFORMASI

PENGELOLAAN METROPOLITAN

Tantangan "mengubah" Kepadatan menjadi Produktivitas

Pertumbuhan urbanisasi di Indonesia hanya berkontribusi pada kenaikan 1,4% PDB per kapita

China3.0%
EAP-developing2.7%
Indonesia1.4%

Sumber: Bank Dunia, 2019

Total investasi infrastruktur di Indonesia hanya sekitar 3-4% dari PDB. Jauh tertinggal dibanding negara tetangga seperti Tiongkok (10%), Vietnam (8%), dan Thailand (7%) pada periode yang sama.

Kawasan Aglomersi Jakarta berada di 3 Provinsi

Rencana Induk Pengembangan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta mencakup wilayah metropolitan Jabodetabekpunjur yang secara fungsional terintegrasi dan melintasi Provinsi Banten, DK Jakarta, dan Jawa Barat.

Oleh karena itu, pengelolaannya memerlukan pendekatan lintas wilayah yang terkoordinasi, kolaboratif, dan terpadu guna menjamin sinkronisasi pembangunan dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

INTEGRASI

7 Koridor Pembangunan

1

Northern Coast New Economic Hub

Poros Pertumbuhan Ekonomi Baru Pesisir Utara

Lokasi Prioritas:

Kawasan Pertumbuhan: Northern Coast New Economic Hub dan Jakarta Global City Urban Tourism (North). Kawasan Konservasi/Rawan Bencana: TN Kepulauan Seribu.

Arah Pengembangan:

  • Peningkatan daya saing Kota Global bidang environment, accessibility, livability, cultural interaction;
  • Peningkatan daya saing logistik dalam konstelasi global;
  • Peningkatan aksesibilitas dalam skala nasional, regional, maupun global;
  • Peningkatan aksesibilitas intra wilayah di Kawasan Aglomerasi;
  • Peningkatan dukungan terhadap aktivitas perikanan;
  • Program pengamanan pesisir utara;
  • Peningkatan kepariwisataan dan ekonomi kreatif;
  • Peningkatan kelayak-hunian pesisir utara yang inklusif dan mengedepankan pemerataan pembangunan.
2a

Cikarang-Cileungsi Smart Industrial Corridor

Zona Industri Cerdas Cikarang-Cileungsi

Lokasi Prioritas:

Kawasan Pertumbuhan: Kawasan Pengembangan Industri Bogor-Bekasi-Karawang-Purwakarta-Subang-Patimban.

Arah Pengembangan:

  • Peningkatan daya saing Kota Global bidang environment, accessibility, livability;
  • Peningkatan daya saing berbasis Smart Industry;
  • Peningkatan aksesibilitas dari dan menuju kawasan industri;
  • Perwujudan permukiman yang berkualitas di kawasan industri.
2b

Greater Tangerang Integrated Logistic Hub

Simpul Logistik Terintegrasi Tangerang Raya

Lokasi Prioritas:

Kawasan Pertumbuhan: Kawasan Pengembangan Industri Cilegon-Serang-Tangerang. Kawasan Perkotaan Tangerang Raya.

Arah Pengembangan:

  • Peningkatan daya saing Kota Global bidang environment, accessibility, livability;
  • Peningkatan ekosistem industri dan logistik yang terintegrasi;
  • Peningkatan aksesibilitas dari dan menuju kawasan industri dan logistik;
  • Perwujudan permukiman yang berkualitas di kawasan industri;
  • Mitigasi dampak negatif industri terhadap kawasan permukiman.
3

Jakarta-Tangerang International Business Corridor

Kawasan Bisnis Internasional Jakarta-Tangerang

Lokasi Prioritas:

Jakarta-Tangerang International Business Corridor, Jakarta Global City Urban Tourism (Central-South), Kawasan Perkotaan Tangerang Raya.

Arah Pengembangan:

  • Peningkatan daya saing Kota Global bidang economy, research & development, cultural interaction, environment, accessibility, livability;
  • Dukungan sebagai Kawasan Bisnis Internasional;
  • Peningkatan aksesibilitas dalam Kawasan Bisnis Internasional;
  • Peningkatan kepariwisataan dan ekonomi kreatif;
  • Perwujudan kawasan permukiman bertaraf internasional.
4

Greater Jakarta Integrated Transit Based Living Area

Wilayah Hunian Terpadu Berbasis Transit Jakarta Raya

Lokasi Prioritas:

Kawasan Perkotaan Tangerang Raya (bagian dari Kawasan Aglomerasi Jakarta).

Arah Pengembangan:

  • Peningkatan daya saing Kota Global bidang environment, accessibility, livability, cultural interaction, research & development, economy;
  • Peningkatan ekosistem Integrated Transit Development;
  • Peningkatan kualitas lingkungan hidup;
  • Peningkatan kepariwisataan dan ekonomi kreatif;
  • Peningkatan Kebandarudaraan;
  • Peningkatan aksesibilitas umum;
5

Sentul-Bogor-Puncak Highlands Corridor

Dataran Tinggi Sentul-Bogor-Puncak

Lokasi Prioritas:

Kawasan Perkotaan Bogor-Sukabumi & Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kawasan Konservasi: TN Gede-Pangrango.

Arah Pengembangan:

  • Peningkatan daya saing Kota Global bidang research & development, cultural interaction, environment, livability;
  • Peningkatan ekosistem kepariwisataan dan ekonomi kreatif;
  • Peningkatan ekosistem research & development;
  • Peningkatan aksesibilitas di Koridor Pembangunan dan kelancaran thru traffic;
  • Perwujudan kawasan permukiman yang berkelanjutan.
6

Southern Highlands Green Reserve

Dataran Tinggi Hijau Barat Daya

Lokasi Prioritas:

Kawasan Konservasi/Rawan Bencana: Taman Nasional Halimun-Salak.

Arah Pengembangan:

  • Peningkatan daya saing Kota Global bidang cultural interaction, environment;
  • Peningkatan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan sumber daya hutan melalui intervensi SFM;
  • Peningkatan ekosistem kepariwisataan dan ekonomi kreatif;
  • Pembangunan infrastruktur ramah lingkungan;
  • Peningkatan aksesibilitas di Koridor Pembangunan dan kelancaran thru traffic.
PROGRAM

13 Strategi Pembangunan

01

Transportasi

Transportasi

Regionalisasi angkutan umum massal and strategi push-pull policy terintegrasi.

Klik Kembali
02

Perumahan

Perumahan

Mengatasi backlog melalui hunian layak berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Klik Kembali
03

Air Minum

Air Minum

Optimalisasi SPAM lintas wilayah dan pemanfaatan sumber air baku alternatif.

Klik Kembali
04

Sampah

Sampah

Regionalisasi sistem persampahan dan reformasi retribusi berbasis teknologi.

Klik Kembali
05

Banjir

Banjir

Integrasi pengendalian hulu-hilir dan kebijakan Zero Delta Runoff.

Klik Kembali
06

Pesisir

Pesisir

Pembangunan tanggul lepas pantai multifungsi dan revitalisasi kawasan.

Klik Kembali
07

Lingkungan

Lingkungan

Peningkatan kualitas air dan udara melalui instrumen ekonomi lingkungan.

Klik Kembali
08

Energi

Energi

Transisi energi baru terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik.

Klik Kembali
09

Tata Ruang

Tata Ruang

Sinkronisasi fungsi kawasan pasca pemindahan ibu kota (BMN).

Klik Kembali
10

Pendidikan

Pendidikan

Pemerataan akses teknologi pendidikan dan beasiswa vokasional.

Klik Kembali
11

Kesehatan

Kesehatan

Pembangunan Smart Hospital dan penguatan sistem kesehatan publik.

Klik Kembali
12

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Penguatan ekosistem industri mikro dan database digital terpadu.

Klik Kembali
13

Pariwisata

Pariwisata

Pengembangan destinasi kelas dunia dan branding Jakarta Kota Global.

Klik Kembali